Minggu, 26 Juni 2011

0-1 Ejaan ( Die Rechtschreibung )

    Pengucapan huruf dan kata dalam bahasa Jerman pada umumnya hampir sama dengan Bahasa Indonesia. hanya terdapat beberapa huruf dan kata yang dilafalkan secara berbeda. Tidak seperti bahasa asing lain yang umumnya memiliki cara pengucapan yang sama sekali berbeda dengan bahasa Indonesia. Untuk lebih jelasnya, berikut cara membaca urutan abjad latin dalam bahasa Jerman.


Huruf
Aa
Ää
Bb
Cc
Dd
Ee
Ff
Gg
Hh
Ii
Cara Pengucapan
a:
ae
be
tse
de
e:
ef
ge
ha
i:
Huruf
Jj
Kk
Ll
Mm
Nn
Oo
Öö
Pp
Qq
Rr
Cara Pengucapan
yot
ka
el
em
en
o:
oe
pe
ku
er
Huruf
Ss
β
Tt
Uu
Üü
Vv
Ww
Xx
Yy
Zz
Cara Pengucapan
es
eszett
te
u:
ue
faw
ve
iks
ypsilon
tset










    Perbedaan mendasar dari pelafalan abjad tersebut hanya terdapat pada abjad J (yot), Q (ku), V (faw), W (ve), Y (ypsilon) , dan Z (tset). Meskipun begitu, ketika sudah membentuk sebuah kata, huruf tersebut akan terdengar atau dilafalkan sama seperti bahasa Indonesia.
Contohnya:


Abjad
J (yot)
Q (ku)
V (faw)
W (ve)
Y (ypsilon)
Z (tset)
Bahasa Jerman
Januar
Qualität
Variabel
Wolf
Typ
Zebra
Pelafalan
Yanuar
Kualitet
Fariabel
Volf
Tuep
Tsebra
Arti
Januari
Kualitas
Variabel
Serigala
Tipe
D


    Selain itu, abjad Jerman juga memiliki tambahan tiga huruf hidup yang tidak terdapat padanannya dalam bahasa Indonesia, baik dari segi pelafalan maupun penulisannya. Tiga huruf hidup yang dikenal sebagai huruf vokal umlaut tersebut adalah sebagai berikut.

1.    Ä ä [ a umlaut ]
Biasa juga ditulis dengan “ae”, sedangkan pelafalannya lebih terdengar seperti huruf ‘e’ dalam kata “desa” .

2.    Ö ö [ o umlaut ]
Biasa juga ditulis dengan “oe”, sedangkan pelafalannya seperti mengucapkan huruf ‘o’ dan ‘e’ secara bersamaan. Vokal umlaut ini tidak memiliki padanan bunyi/pengucapan dalam bahasa Indonesia .

3.    Ü ü [ u umlaut ]
Biasa juga ditulis dengan “ue”, sedangkan pelafalannya seperti mengucapkan huruf ‘u’ dan ‘e’ secara bersamaan. Sama halnya dengan vokal ‘ö’ dan ‘ä’, ‘ü’ juga tidak memiliki padanan bunyi dalam bahasa Indonesia .

    Bahasa Jerman juga memiliki keistimewaan lain yang tidak dimiliki bahasa Indonesia, yaitu
ligatur β ( baca : eszett ) . Ligatur adalah dua atau lebih huruf yang kemudian bersatu menjadi sebuah huruf. Ligatur β berasal dari gabungan dua huruf ‘s’ (ss) . Berikut adalah aturan penulisan “ss” dan β :

    i.    Penulisan “β” biasanya digunakan untuk kata-lata yang huruf ‘s’ –nya diucapkan tipis seperti
dalam kata “Fuβ” (kaki).

    ii.    Penulisan dengan “ss” hanya dilakukan jika huruf vokal di depan ‘ss’ diucapkan pendek, misalnya, “Fluss” (sungai).

    iii.    Penulisan dengan “β” digunakan jika huruf vokal didepannya diucapkan panjang seperti “Spaβ” (senang, gembira).

    iv.    “ss” dapat menggantikan posisi "β” dalam kata-kata berikut:

        a.    “Strasse” dari kata “Straβe” (jalan).
        b.    “Fussball” dari kata “Fuβball” (sepakbola).
        c.    “schliessen” dari kata “schlieβen” (menutup).




Terbitan ini dikutip dari buku "Percakapan Sehari-hari dalam Bahasa Jerman" terbitan Transmedia.

3 komentar:

BELAJAR BAHASA mengatakan...

Belajar bahasa Jerman akan lebih mudah jika sudah menguasai bahasa Inggris

FujiAn mengatakan...

Danke

FujiAn mengatakan...

Danke

Posting Komentar